90 persen lebih warga di 12 kota besar di Indonesia pernah menyantap nasi uduk. Boleh dibilang inilah salah satu kuliner yang paling dikenal di berbagai kota hampir di seluruh wilayah Nusantara dengan kekhususan cita rasanya sendiri.
Warung nasi uduk Betawi “Bang Saman” yang berada di belakang Hotel Grand Cempaka di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, adalah contoh salah satu yang direkomendasikan. Nasi uduknya merupakan favorit para penggemar masakan Betawi asli karena bisa makan ditemani lauk-lauk standar Betawi seperti semur jengkol, ayam goreng, hingga pindang bandeng.
Saman, Boedoet 88, menuturkan bahwa kiprahnya sebagai jagoan nasi uduk dimulai saat krisis moneter meluluhlantakkan aktivitas bisnis perusahaan tempatnya bekerja. Namun dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT pasti akan memberikan bantuan lahir batin setiap ikhtiar yang dilakukan maka Saman memulai bisnis mikro warung nasi uduknya.
Koordinasi bisnis mikro yang harmonis yang dilakukan oleh Saman dalam suka duka bersama berhasil membuat Jagoan Nasi Uduk Cempaka Putih ini tetap menjadi warung favorit para pelanggannya yang banyak berasal dari lingkungan PT Taspen (Persero) dan perusahaan-perusahaan di sekitar Hotel Grand Cempaka.
Salah satu harapan Saman adalah memasok nasi uduk khas Betawi lengkap dengan lauk pauknya kepada para alumni SMA 1 Jakarta dengan skala bisnis micro catering makanan beranmor roda 4 yang bisa menjangkau para Boedoeters yang berniat menikmati Nasi Uduk Bang Salman Cempaka Putih secara beramai-ramai.
Sampai ketemu nongkrong makan nasi uduk warung gerobak Bang Saman di belakang Hotel Grand Cempaka.
Sumber: ikaboedoet.com

Comments
Post a Comment