Skip to main content

Patung Pembebasan Irian Barat

Dari keseluruhan patung-patung yang E-I ulas, patung inilah yang mempunyai bentuk dengan kharisma dan aura yang berbeda. Patung itu adalah Patung Pembebasan Irian Barat yang lebih beken disebut Patung Lapangan Banteng karena berada di dalam area Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Patung ini dibuat pada Tahun 1962, dimana pada saat itu bangsa Indonesia sedang berjuang untuk membebaskan wilayah Irian Barat (Irian Jaya, kemudian sekarang menjadi Papua) dari tangan Penjajah (Belanda). Patung ini tercipta atas ide Bung Karno pada saat Beliau sedang pidato di Yogyakarta dalam menggerakan massa untuk membantu membebaskan saudara-saudaranya di Irian Barat. Yang kemudian diterjemahkan oleh Henk Ngatung dalam bentuk sketsa.

Bentuk patung ini menggambarkan seseorang yang telah bebas dari belenggu (Penjajah Belanda). Patung itu terbuat dari perunggu dengan berat 8 ton, berdiri di atas tugu berbentuk palang tinggi kokoh setinggi 15 meter. Tinggi patung dari kaki hingga kepala adalah 9 meter atau tinggi keseluruhan sampai ujung tangan kurang lebih 11 meter. Patung ini diresmikan oleh Bung Karno pada tanggal 17 Agustus 1963.

Kini, kita sebagai warga negara Indonesia patut bangga dan mengaggumi segala jerih payah generasi terdahulu kita dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Kebanggaan dan kekaguman tersebut terutama kepada Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno yang telah mematrikan jasa-jasa pahlawan bangsa dan semua kerja keras Bangsa Indonesia dalam bentuk Tugu/Patung agar kita yang hidup di zaman kini dan masa mendatang dapat mengenang semua pengorbanan tersebut. Bahkan, keberadaan patung-patung itu kiranya akan memberi keteladanan, motivasi, dan inspirasi bagi kita semua dan generasi mendatang dalam melanjutkan perjuangan dan kerja keras Bangsa membangun negara ini.

Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah luntur ditelan zaman dan akan tetap lestari dalam ingatan setiap anak negeri di nusantara ini. Tutur demi tutur dari generasi ke generasi akan selalu sambung-menyambung, mengingatkan anak-cucu bangsa ini, tentang kedigdayaan dan heroisme generasi masa lalu. Patung-patung itu senyatanya tidak dapat berkata apa-apa, namun mampu menceritakan semuanya untuk selamanya. Selama mereka masih di sana, selama patung-patung itu masih tegak berdiri dengan kokoh di sana, di tempatnya kini. Oleh karena itu, amat tidak berlebihan, jika kita yang hidup sekarang ini berusaha keras menjaga, merawat dan melestarikannya. Lebih daripada itu, apakah generasi kita (baca: pemerintah) saat ini mampu memberikan kontribusi melahirkan patung-patung penghias kota di masing-masing daerah yang akan menjadi sumber inspirasi bagi bangsa ini? Semoga. (teks&foto: Yosef Ferdyana)

Comments

Popular posts from this blog

Rute Bus Kota "PPD" Reguler Jaman Dulu

PPD Reguler 10 Jurusan : Terminal Blok M - Terminal Senen. Rute: Terminal Blok M - Radio Dalam - Velbak - Sudirman - Thamrin - Monas - Harmoni - Pasar Baru - Terminal Senen - Tripoli - Pejambon - Gambir - Monas - Dukuh Atas - Thamrin - Sudirman - Pakubuwono - Taman Puring. PPD Reguler 11 Jurusan : Terminal Blok M - Pejambon Rute : Terminal Blok M - Kyai Maja - Barito - Velbak - Pakubuwono - Hang Lekir - Jenderal Sudirman - Imam Bonjol - Diponegoro - Salemba Raya - Kramat Raya - Kwini II - Pejambon PPD Reguler 12 Jurusan : Terminal Blok M - Lapangan Banteng Utara Rute : Terminal Blok M - Iskandarsyah - Senopati - Bundaran Senayan - Jenderal Sudirman - Hotel Indonesia - MH. Thamrin - Merdeka Barat - Majapahit - IR. H. Juanda - Jl. Pos - Gedung Kesenian - Lapangan Banteng Utara PPD Reguler 13 Jurusan : Terminal Lebak Bulus - Pejambon Rute : Terminal Lebak Bulus - RS Fatmawati - Wijaya II - Wijaya I - Senopati - Sudirman - Imam Bonjol - Diponegoro - Salemba Raya - Kramat ...

Anggaran Dasar Dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi IKA BTOT 19A

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ORGANISASI IKATAN ALUMNI BOEDOET TOT 19A (IKA BTOT 19A) ANGGARAN DASAR MUKADIMAH Dengan rahmat Tuhan yang Maha pengasih dan Maha penyayang, serta diiringi kesadaran akan kewajiban dan tanggung jawab sebagai alumni SMA Negeri 1, STM/SMK Negeri 1, ex.STM Negeri 5 (kini SMK Negeri 4), ex.STM PGRI 4 (kini SMK PGRI 10), ex.STM PGRI 5 (kini SMK PGRI 11) dan berdomisili di jalur Bis ex.Patas Mayasari Bhakti 19A jurusan Pasar Baru - Kalimalang. Yang dahulu atau kini sekolah-sekolah tersebut berkedudukan di Jalan Budi Utomo Jakarta Pusat dalam usaha pengabdian kepada almamater khususnya dan masyarakat serta bangsa pada umumnya, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, maka dengan itikad luhur demi terwujudnya cita-cita tersebut, dibentuklah suatu organisasi dengan nama Ikatan Alumni Boedoet TOT 19A. BAB I NAMA, WAKTU dan TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Organisasi ini bernama Ikatan Alumni Boedoet TOT 19A, disingkat IKA BTOT 19A. 2. IKA BTOT 19A d...

GEDUNG KESENIAN JAKARTA (Stadschouwburg)

GEDUNG KESENIAN JAKARTA (Stadschouwburg) Jalan Gedung Kesenian 1 Jakarta 10710-Indonesia Gedung Kesenian Jakarta merupakan bangunan tua peninggalan bersejarah pemerintah Belanda yang hingga sekarang masih berdiri kokoh di Jakarta Pusat. Gedung ini adalah tempat para seniman dari seluruh Nusantara mempertunjukkan hasil kreasi seninya, seperti drama, teater, film, sastra, dan lain sebagainya.Gedung ini adalah sebuah bangunan bergaya neo-renaisance yang dibangun tahun 1821 di Weltevreden adalah gedung kesenian disebut sebagai Theater Schouwburg Weltevreden dikenal juga sebagai Gedung Komedi. Gedung Kesenian Jakarta ini terletak di Jalan Gedung Kesenian No. 1 Jakarta Pusat. Ide munculnya gedung ini berasal dari Gubernur Jenderal Belanda, Daendels. Kemudian direalisasikan oleh Gubernur Jenderal Inggris, Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814. Gedung yang bersejarah ini dibentuk dengan gaya empire oleh arsitek Arsitek Para perwira Jeni VOC, Mayor Schultze. Sejarah gedung yang berpenampilan ...