Skip to main content

Posts

Save Boedoet

"JANGAN WARISKAN DENDAM KEPADA KAMI" in memorial: Rival 913 Yang jelas hari ini kita semua tersentak dengan tewasnya siswa SMKN 1, lagi dan lagi. Selalu terulang dan terulang dari tahun ke tahun tanpa ada solusi yang terbaik dari semua pihak. Yang masih berjiwa muda berteriak "Nyawa di bayar Nyawa!". Yang berjiwa setengah tua berkata "Turut berduka cita, Serahkan semuanya kepada pihak yang berwajib. Jangan main hakin sendiri, kita ini negara hukum, serahkan semuanya kepada hukum yang berlaku!". Sedangkan yang sudah tua hanya bisa mengurut dada dan berguman "Innalilahi wainnalilahi rojiun". Dan beberapa bulan kemudian berita duka ini pun hilang ditelan angin. Lalu apa?? lalu kita tunggu lagi berita duka berikutnya, agar jiwa "Boedoet" kita kembali menggelora lagi dan kembali mengulang kalimat2 diatas berdasarkan tingkatan usia dan kedewasaan dari masing - masing orang. "Tidak bosan?". Kalau saya sih merasa bosan dan say...

Temu Kangen Boedoet'85, SMAN 1

Koleksi Foto: Ludi Hasibuan

Reuni Boedoet'91, SMAN 1

  Koleksi Foto: Billy Serworwora , M Rheinhard Siahaan

Surat Edaran No.01/19A.IKA-BTOT/XI.11

Sepenggal Kisah Tragedi Boedoet Kelabu 1989

Ini sepenggal kisah pribadi yang terjadi 20 tahun yang lalu di awal bulan Oktober 1989 di jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat. Bukan bermaksud untuk menguak kembali luka lama yang telah berlalu, tapi ini hanya sebuah cermin bagi generasi-generasi berikutnya untuk lebih menghargai arti sebuah persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa. Sebagai salah seorang siswa baru di SMA Negeri 1, saya termaksud orang yang dapat berbangga hati karena dapat diterima disebuah sekolah favorit yang isinya memang banyak dari kalangan anak-anak borju dan pejabat. Mungkin diantara ratusan murid SMA 1 hanya sayalah yang kere dan tak pernah bisa berdandan rapi. Penampilan saya lebih banyak meniru tokoh novel remaja yang ngetop saat itu, Lupus. Baju selalu dikeluarkan dengan kancing bagian atas dibiarkan terbuka. Kedua lengan baju digulung walaupun tak berotot, tas dengan tali yang panjang sampai sebatas paha, sepatu capung alias Butterfly dan tak lupa celana abu-abu yang sudah dekil karena sudah semi...

UNDANGAN: Family Gathering 19A, 1 Januari 2012

Acara ini dikonsep untuk lebih mempererat tali persaudaraan dan silahturahmi antar keluarga alumni, dimana tidak hanya melibatkan para alumni dan pelajar semata akan tetapi juga melibatkan anak dan istri para alumni. Pembiayaan acara ini bersifat swadaya, dimana transportasi dan akomodasi ditanggung bersama-sama dan bagi yang berkecukupan mensubsidi pelajar serta alumni yang tidak mampu. Biaya yang dikenakan adalah akumulasi biaya sewa bus, tol, parkir, tiket masuk dan tips sopir lalu dibagi dengan jumlah tempat duduk. Karena acara ini dikonsep untuk sebuah kebersamaan, maka para keluarga alumni diharapkan membawa hidangan makan siang sendiri-sendiri yang kemudian akan dihidangkan secara bersama-sama dengan cara prasmanan di lokasi acara. Waktu: Hari/Tgl: Minggu, 1 Januari 2012. Tujuan: Kawah Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat. Jam Keberangkatan: 07.00 wib. Tempat Keberangkatan: Pangkalan Jati, Kalimalang - Jakarta Timur. Rincian Biaya Transportasi dan ...

Gathering Boedoet'74, SMAN 1

Minggu, 2 Oktober 2011 Kelapa Dua, Cimanggis Koleksi Foto:  Adityawarman Zubir

Haruskah Aku Jatuh Kedua Kali di Lubang yang Sama?

Aku adalah salah satu kader partai politik . Sebagai konstituen, sudah pasti aku harus mengikuti apa yang sudah di gariskan sebagai kebijakan partai untuk memilih calon di DPRD, DPR, DPD-RI dan juga Pemilukada. Semua aku lakukan dengan sepenuh hati tanpa neko-neko. Tanpa prasarat apapun. Tahun 2011 aku kehilangan ibu. Ia berpulang kepada Sang Pencipta. Innaa lillahi Wa’innaa illaihi ro’jiun. Hatiku luka dan sedih. Saat duka menerpa seperti ini, aku berharap kawan-kawan dan pimpinan satu partai membebaskan belenggu duka yang menerjang kebahagiaan hidupku. Tapi harapan itu hanya bayang-bayang belaka. Mereka tak datang tepat di saat duka itu. Namun, betapa aku kaget melihat sebuah mobil Ambulan yang aku sendiri tidak kenal sebelumnya. Ambulan itu bertuliskan ” Relawan Dibo Piss “. Aku sangat terharu dan mengucapkan terima kasih ada yang telah membantu mengantar almarhumah ke pemakaman dengan mobil ambulan Relawan Dibo Piss. Setelah proses pemakaman usai, terbetik tanda tanya dan ...

Perjuangan Untuk Menjadi Pelayan bagi Masyarakat Jakarta 2012-2017

Assalamu’alaikum, Wr, Wb. Salam Sejahtera warga jakarta. Salah satu persyaratan untuk menjadi peserta Pemilukada Cagub/Cawagub DKI Jakarta yang berasal dari Independen (Bukan Partai Politik) harus berjuang keras untuk bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat Jakarta dalam bentuk surat pernyataan dukungan dan foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)   sebanyak 500 ribu lembar . Saya, Firman Abadi / dibo piss , saat ini sedang melakukan Gerakan Foto Copy KTP untuk  menjadi Pelayan bagi masyarakat Jakarta (Gubernur/Wagub) . Oleh karena itu, untuk mendapatkan dukungan masyarakat tersebut, tentunya saya memiliki komitmen yang jelas untuk ditawarkan kepada masyarakat. Kontrak sosial, Apabila masyarakat memberikan kepercayaan dan terpilih. Setiap Warga yang berduka dan memiliki KTP DKI Jakarta, Relawan dibo piss siap membantu sedikit meringankan beban yang berduka, Ambulance Jenazah Gratis untuk wilayah pulau Jawa dan Madura, kalau saya tidak  menempati janji, saya siap untu...

Dibo Piss: Saya Siap Duel Rebut DKI 1 (STMN 1'93)

MENURUTNYA, saat ini dirinya sedang membentuk koordinator tingkat RW. Karena, sebagai calon independen Dibo harus mampu membentuk mesin hingga akar rumput untuk bersaing dengan calon dari kalangan parpol. Terkait syarat dukungan, Dibo yakin kalau dirinya mampu mengunpulkan KTP hingga 300-500 ribu orang untuk disetorkan ke KPUD sebagai syarat calon independen. “Karena tingkat kelurahan sudah terbentuk lama saat Pileg 2009 lalu. Dan kini tinggal tingkat RW yang sedang kita garap. Insya Allah akhir tahun 2011 semuanya kelar,” ujar  Dibo saat ditemui di markasnya di kawasan Kalibata, Jaksel. Dibo melanjutkan, dirinya maju sebagai cagub karena dorongan dari anak-anak muda ibukota yang menginginkan perubahan. “Saya membentuk relawan Dibo Piss hanya modal dengkul. Saya maju karena anak muda ingin punya perwakilan di DKI. Apalagi selama ini pemprov telah melupakan peran pemuda jadi ini kemauan teman-teman yang aktif di Slankers,” tegasnya. Saat ditanya apakah dirinya tidak kapok ...