Skip to main content

HUT 35 Tahun PMR : Seminar Mengenal Gejala Stroke dan Peran BPJS

Dalam rangka 35 HUT PMR SMAN 1 Jakarta Rescue 2981, Ikatan Alumni Rescue SMAN1 Jakarta (IKARES) mengadakan beberapa rangkaian acara yaitu seminar dan syukuran. Tema HUT PMR SMAN 1 ke-35 tahun adalah “RESCUE BANGKIT”, yang bermakna agar PMR SMAN 1 kembali bangkit dan berjaya baik secara kualitas maupun kuantitas.

Seminar kesehatan, mengenal gejala stroke ini yang bertajuk : Rescue 2981 : “Peduli diri dan Peduli sesama” akan dilaksanakan pada hari/tanggal : Sabtu, 1 Oktober 2016 pukul 8.30 – 11.30 WIB di Ruang Aula SMAN 1 Jakarta – Boedoet, yang kemudian akan dilanjutkan oleh acara syukuran HUT PMR ke 35 tahun.

Dengan tujuan memberikan penjelasan tentang gejala stroke yang dapat dikenali sejak dini dan memberikan penjelasan tentang prosedur pengobatan stroke yang dapat di-cover oleh BPJS, seminar kesehatan ini akan menghadirkan pembicara :


  • Dr. Nurhayana Lubis, SpS (Boedoet 86 – Rescue 4)
  • Dono Widiatmoko, SKM, MSc (Boedoet 89 – Rescue 6)
  • Dr. Sutiadi Kusuma, Sp P (Boedoet 89 – Rescue 6)
  • dan juga nara sumber dari BPJS Provinsi DKI Jakarta


Mohammad Yusuf, Ketua Panitia, mengungkapkan bahwa rangkaian acara ini bertujuan untuk membangkitkan kembali rasa memiliki dan kepekaan serta peduli terhadap PMR SMAN 1 dan sebagai sarana untuk mempererat tali bersilatuhrahmi antara anggota, alumni, dan pembina PMR SMAN 1.

Sedangkan Tiara Inesti, Ketua Ikares, mengundang segenap alumni SMAN 1 Jakarta – IKABOEDOET untuk hadir di acara seminar dan syukuran ini, selain bersilahturahmi, juga untuk mencari solusi bersama agar PMR SMAN 1 kembali jaya.

Sumber: ikaboedoet.com

Comments

Popular posts from this blog

Rute Bus Kota "PPD" Reguler Jaman Dulu

PPD Reguler 10 Jurusan : Terminal Blok M - Terminal Senen. Rute: Terminal Blok M - Radio Dalam - Velbak - Sudirman - Thamrin - Monas - Harmoni - Pasar Baru - Terminal Senen - Tripoli - Pejambon - Gambir - Monas - Dukuh Atas - Thamrin - Sudirman - Pakubuwono - Taman Puring. PPD Reguler 11 Jurusan : Terminal Blok M - Pejambon Rute : Terminal Blok M - Kyai Maja - Barito - Velbak - Pakubuwono - Hang Lekir - Jenderal Sudirman - Imam Bonjol - Diponegoro - Salemba Raya - Kramat Raya - Kwini II - Pejambon PPD Reguler 12 Jurusan : Terminal Blok M - Lapangan Banteng Utara Rute : Terminal Blok M - Iskandarsyah - Senopati - Bundaran Senayan - Jenderal Sudirman - Hotel Indonesia - MH. Thamrin - Merdeka Barat - Majapahit - IR. H. Juanda - Jl. Pos - Gedung Kesenian - Lapangan Banteng Utara PPD Reguler 13 Jurusan : Terminal Lebak Bulus - Pejambon Rute : Terminal Lebak Bulus - RS Fatmawati - Wijaya II - Wijaya I - Senopati - Sudirman - Imam Bonjol - Diponegoro - Salemba Raya - Kramat

Sepenggal Kisah Tragedi Boedoet Kelabu 1989

Ini sepenggal kisah pribadi yang terjadi 20 tahun yang lalu di awal bulan Oktober 1989 di jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat. Bukan bermaksud untuk menguak kembali luka lama yang telah berlalu, tapi ini hanya sebuah cermin bagi generasi-generasi berikutnya untuk lebih menghargai arti sebuah persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa. Sebagai salah seorang siswa baru di SMA Negeri 1, saya termaksud orang yang dapat berbangga hati karena dapat diterima disebuah sekolah favorit yang isinya memang banyak dari kalangan anak-anak borju dan pejabat. Mungkin diantara ratusan murid SMA 1 hanya sayalah yang kere dan tak pernah bisa berdandan rapi. Penampilan saya lebih banyak meniru tokoh novel remaja yang ngetop saat itu, Lupus. Baju selalu dikeluarkan dengan kancing bagian atas dibiarkan terbuka. Kedua lengan baju digulung walaupun tak berotot, tas dengan tali yang panjang sampai sebatas paha, sepatu capung alias Butterfly dan tak lupa celana abu-abu yang sudah dekil karena sudah semi

Pemisahan Aliran Kali Bekasi dan Kalimalang, Memisahkan antara Anugrah dan Musibah

Pemisahan Aliran Kali Bekasi dan Kalimalang, Memisahkan antara Anugrah dan Musibah “Entuh (pertemuan Kali Bekasi dengan Kalimalang / Kali Tarum Barat) dulu, kali prempuan ama kali lakian ga pernah nyatu, baru karang-karang enih aja nyatunya.” (“Itu dahulu, kali perempuan dengan kali lelaki tidak pernah bersatu, baru sekarang ini saja bersatunya”). Begitulah yang digambarkan nenek saya ketika bercerita tentang Kali Bekasi dan Kali Tarum Barat atau sering dikenal dengan nama Kalimalang. Kali Bekasi yang mengaliri air dengan deras meliuk-liuk gagah seperti jalan ular dari hulunya di selatan yang berada di pegunungan di Bogor sampai ke muaranya di laut utara Jawa, diidentikkan dengan sosok laki-laki. Sedang kali buatan Kali Tarum Barat (Kalimalang) yang begitu tenang mengaliri air dari Waduk Jatiluhur di sebelah timur ke barat di Bekasi dan Jakarta, digambarkan dengan sosok perempuan. Menurut cerita nenek, awalnya air Kalimalang dengan air Kali Bekasi diceritakan “ga bisa dikawinin” (“tida